Colours of life: A Psychological Perspective

The Department of Psychology, Islamic University of Indonesia will be organizing "INTERNATIONAL WORKSHOP AND SEMINAR ON POST DISASTER PSYCHOLOGICAL INTERVENTION: Introducing Expressive, Meditative and Religious (Islamic) Therapy"

Objectives:
1. To provide comprehensive understanding on post-disaster psychological interventions (art therapy, meditative therapy, biodanza and Islamic therapy)
2. To develop as well as to improve skills in implementing those various approaches in the community.

Dates:
Seminar : January 4th, 2010
Workshop : 5-9 January, 2010
08.30-16.00 WIB

Venue:
GKU Prof. Dr. Sardjito, Islamic University of Indonesia
Kaliurang Street, Km 14,5, Sleman
Yogyakarta- Indonesia

Speakers:
• Prof. Dr. Evelin Witruk (Leipzig University)
• Prof. Dr. Konrad Reschke (Leipzig University)
• PD. Dr. Marcus Stück (Leipzig University)
• Drs. Bagus Riyono, MA, Psikolog (Gadjah Mada University)
• Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog (Islamic University of Indonesia)
• Setyo Purwanto, S.Psi, M.Si, Psikolog (Sholat Center)

Please visit our website www.fpcs.uii.ac.id or contact yulianti_da@yahoo.co.id for further information and feel free to forward this announcement to your colleagues.

» Continue Reading

December 12th, 2009 at 7:24 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Menemui klien/ mahasiswa menangis ketika sesi konseling tidak jarang saya temui. Tapi membuat mahasiswa saya menangis di kelas??? Pernah juga sih......Kenapa? Tentu bukan karena saya pukuli atau bentak-bentak seperti yang sering jadi headline news dimana-mana lho....Kalau begitu kenapa dong??? » Continue Reading

December 13th, 2008 at 9:15 am | Comments & Trackbacks (4) | Permalink

Pagi ini, begitu masuk kampus saya langsung dikagetkan oleh pemandangan menyedihkan.......Petugas cleaning service sedang menyeret pohon asam cina yang baru saja ditebang. Saya langsung berjalan lebih cepat ke arah halaman dalam fakultas untuk melihat darimana pohon itu berasal.......ternyata dugaan saya benar....pohon asam itu adalah pohon yang biasanya menaungi tempat duduk-duduk mahasiswa Psikologi. Saya langsung masuk ke dalam untuk mencari Kadiv atau Kaur umum yang mengurusi hal-hal ini untuk menanyakan kenapa pohon itu ditebang.......ternyata Kaur pun tidak merasa memerintahkan dan kemudian tergopoh-gopoh menanyai cleaning service yang sedang "membunuh" satu pohon lagi......apa jawaban mereka??? Ternyata atas inisiatif mereka sendiri.......Woalah .......Akhirnya satu pohon yang tersisa pun tidak sempat diselamatkan karena sudah terlanjur digergaji lebih dari setengah batang....kalau dibiarkan bisa jadi malah membahayakan kalau sewaktu-waktu rubuh......Walaupun hati rasanya kesal dan kecewa, tapi nasi sudah jadi bubur.....saya cuma dapat berpesan kepada Kaur agar petugas cleaning diberi teguran atas "kreativitas yang tidak pada tempatnya itu".....

Mungkin saya terlalu sentimental dalam menanggapi masalah ini....sebagian orang dapat saja berkata...nanti khan tumbuh lagi....iya betul...tapi proses untuk bersemi kembali khan butuh waktu yang tidak sebentar.......Pohon itu baru saja mulai bersemi kembali di musim hujan ini...Di musim kemarau kemarin, pohon itu nampak "kurang gizi" karena pasokan air dan pupuk yang kurang......baru saja beberapa hari yang lalu saya ngobrol-ngobrol dengan dosen lain mengenai keindahan pohon itu yang sekarang daunnya rimbun karena sudah lepas dari "masa-masa dahaganya".....Apa salah pohon itu sehingga dia harus dihilangkan dari tempatnya???

Sejak dahulu saya memang sering protes kalau ada pohon-pohon yang ditebang dari area parkir atau halaman kampus karena menurut saya keberadaan pohon-pohon itu penting untuk mensuplai oksigen dan menyaring polusi udara, serta sebagai perindang dan perhiasan kampus.....Mata ini rasanya pedih kalau tidak ada kehijauan pohon yang dapat dilihat. Untuk beberapa kasus, saya dapat memahami alasan pemotongan pohon tersebut. Misalnya kalau pohon itu sudah terlalu besar dan berbatang rapuh, sehingga dapat membahayakan orang atau kendaraan yang diparkir di bawahnya karena dapat patah ketika ada hujan angin. Tapi kondisi ini berbeda dengan pohon yang saya ceritakan di awal tadi.....Walaupun dia adalah pohon asam cina yang batangnya tidak terlalu liat, dia belum cukup besar untuk dapat dikategorikan membahayakan orang-orang yang lewat atau duduk di bawahnya....Ibarat manusia, dia masih remaja yang sedang sehat-sehatnya.....Apakah layak dia dikorbankan demi alasan praktis seperti supaya tidak perlu menyapu daun yang berguguran dibawahnya???

Bumi ini (manusia tepatnya) sudah semakin tidak bersahabat kepada tanaman....sudah banyak hutan yang kita babat untuk mendirikan bangunan ataupun proyek-proyek lain.....Dulu, sewaktu saya masih kecil....saya masih ingat betapa hijaunya Indonesia kalau dilihat dari atas pesawat terbang....sekarang ini yang saya lihat dari pesawat terbang sudah sangat jauh berbeda. Belum cukupkah itu??? Masih perlukah kita tambah dengan pohon-pohon yang lain??? Bukankah semestinya demi kepentingan kita bersama pohon-pohon yang sudah terlanjur ditebang itu justru kita ganti dengan menanam lebih banyak pohon yang lain dan memelihara pohon-pohon yang masih ada??? Lupakah kita pada bencana-bencana yang mungkin muncul apabila kita tidak peduli dengan keberadaan pohon???

November 7th, 2008 at 11:41 am | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Sebuah lagu lama yang menarik untuk dijadikan bahan renungan dan reminder agar kita tidak melakukan hal yang sama

Song Lyrics: "Cats In The Cradle"
Recorded by: "Harry Chapin"
Written by: (Sandy Chapin, Harry Chapin)
Album: "Verities & Balderdash" - 1974 » Continue Reading

November 3rd, 2008 at 3:43 pm | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

Kali ini saya ingin mengajak anda untuk melakukan suatu penelaahan diri lagi. Inilah langkah yang akan kita lakukan.

  1. Bayangkanlah sosok seseorang yang anda kenal tapi tidak anda sukai, atau bahkan anda benci.
  2. Kemudian, pada selembar kertas, tuliskanlah deskripsi atau gambaran mengenai orang tersebut. Apa sajakah kepribadiannya yang tidak anda sukai.
  3. Semakin detil anda menuliskannya semakin baik (jangan membaca kelanjutan tulisan ini sebelum anda menyelesaikan latihan ini) » Continue Reading
October 31st, 2008 at 7:57 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink