Kasus Ryan yang gencar diberitakan berbagai media akhir-akhir ini paling tidak telah mempopulerkan kembali beberapa fenomena psikologis seperti homoseksualitas dan juga gangguan kepribadian yang disebut psikopat. Karena sudah banyak blog yang membahas masalah psikopat, maka kali ini saya akan coba membahas masalah homoseksualitasnya saja.
Homoseksual secara awam kita kenal sebagai orang yang memiliki interaksi seksual dan/atau romantis dengan orang yang berjenis kelamin sama. Istilah homoseks ini lebih disukai oleh para penganutnya dibandingkan istilah gay atau lesbian. Homoseksualitas sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay sendiri sebenarnya digunakan untuk orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseks, baik lelaki maupun wanita. Adapun lesbian adalah suatu istilah yang hanya digunakan untuk wanita homoseks
Banyak di antara kita yang tidak tahu atau bahkan heran kenapa ada orang yang mau terlibat dalam hubungan homoseksual. Berdasarkan survey yang pernah dilakukan Klassen dkk (1989) hanya 14% laki-laki dan 10% perempuan yang dapat membayangkan bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan kenikmatan atau kesenangan.
Sebagian dari kita menyimpulkan bahwa dorongan tersebut bersifat bawaan, bahwa ada orang-orang tertentu yang memang “born that way“. Bagaimana sebetulnya hasil-hasil penelitian menjelaskan hal ini? Apakah homoseksual memang merupakan suatu hal yang alami atau tidak dapat ditolak??? Dalam dunia psikologi, setidaknya dikenal ada tiga macam penjelasan mengenai hal ini:
1. Perilaku homoseksual adalah suatu kebiasaan yang buruk, dimana individu menjadi seperti itu karena mereka bersikap permisif dan suka bereksperimen secara seksual. Artinya, kaum homoseksual memang memilih gaya hidup ini sebagai hasil dari memanjakan diri/ mengikuti hasrat (self-indulgence) dan tidak mau mengikuti aturan main di lingkungan.
2. Menurut sejumlah psikoanalis, perilaku homoseksual adalah suatu bentuk gangguan mental. Mereka percaya bahwa homoseksual bukan bersifat bawaan, melainkan disebabkan oleh hubungan keluarga yang tidak baik di masa kanak-kanak individu yang bersangkutan atau karena berbagai trauma yang dialami oleh individu tersebut.
3. Pandangan yang bersifat “biological”. Mereka percaya bahwa dorongan tersebut bersifat genetik atau disebabkan faktor hormonal, sehingga mereka tidak bisa memilih (untuk jadi homoseksual atau tidak). Oleh sebab itu juga tidak perlu ada “trauma masa kecil” dulu untuk menjadi homoseksual.
Manakah yang paling konsisten dengan kenyataan? Berikut adalah bukti-bukti yang telah ditemukan:
1) Tidak ada penelitian yang menemukan bukti adanya perbedaan biologis atau genetik antara heteroseksual dengan homoseksual
2) Orang-orang cenderung percaya bahwa hasrat seksual dan perilaku mereka adalah hasil proses belajar
Berikut ini adalah hasil penelitian Kinsey pada tahun 1940 dan 1970 terhadap 2679 homoseksual yang dilakukan sebelum gerakan menuntut hak kaum gay mempolitisir masalah ini. Penelitian ini secara meyakinkan menemukan bahwa mereka percaya bahwa perasaan dan perilaku mereka merupakan hasil dari pengaruh sosial.
Reasons For Preferring homosexuality (1940s and 1970)
- early homosexual experience(s) with adults and/or peers - 22%
- homosexual friends/ around homosexuals a lot - 16%
- poor relationship with mother - 15%
- unusual development (was a sissy, artistic, couldn’t get along with own sex, tom-boy, et cetera) - 15%
- poor relationship with father - 14%
- heterosexual partners unavailable - 12%
- social ineptitude - 9%
- born that way - 9%
Setelah maraknya gerakan menuntut hak kaum gay, pada tahun 1983, Family Research Institute melakukan penelitian terhadap 147 homoseksual. Hasilnya, mereka menemukan bahwa 35% kaum homoseksual mengatakan bahwa hasrat seksual mereka bersifat bawaan, sisanya (65%) menganggap bahwa perilaku mereka karena proses belajar.
3) Homoseksual senior seringkali mencari “penerus”
Berbagai penelitian menemukan bahwa pengalaman homoseksual pertama mereka biasanya terjadi atas inisiatif orang yang lebih tua.
4) Pengalaman homoseksual di masa kecil mempengaruhi pola perilaku di masa dewasa
Penelitian Van Wyk dan Geist tahun 1980 mendapatkan hasil bahwa pengalaman homoseksual di masa kanak-kanak, terutama jika hal itu merupakan pengalaman seksual pertama, adalah prediktor yang kuat terhadap perilaku homoseksual individu dewasa baik lelaki maupun wanita. Penelitian serupa yang dilakukan Family Research Institute menemukan bahwa 2/3 anak laki-laki yang pengalaman seks pertamanya adalah homoseksualitas akan berperilaku homoseksual pula di masa dewasanya.
5) Perilaku seksual dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, terutama kepercayaan religius
Penelitian Kinsey melaporkan bahwa aktivitas homoseksual lebih sedikit ditemui di komunitas-komunitas yang berpegang teguh pada agamanya, dan sebaliknya, aktivitas homoseksual banyak ditemui dalam kelompok-kelompok yang kurang aktif beragama.
6) Banyak yang mengubah preferensi seksual mereka
Penelitian Cameron, Cameron dan Proctor menemukan bahwa wanita yang mengaku lesbian dan lelaki yang mengaku menikmati seks homoseksual mengatakan bahwa mereka juga dapat tertarik secara seksual kepada lawan jenisnya.
- 85% lesbian tersebut and 54% homoseksual tersebut melaporkan bahwa mereka memiliki hubungan seksual dengan lawan jenisnya pada masa dewasa
- 67% lesbian and 54% homoseksual melaporkan bahwa mereka memiliki ketertarikan seksual pada lawan jenis
- 82% lesbian and 66% of homoseksual melaporkan bahwa mereka pernah jatuh cinta pada lawan jenisnya.
7) Banyak dijumpai mantan homoseksual
Banyak orang yang pernah terlibat dengan 1 atau 2 pengalaman homoseksual kemudian tidak pernah melakukannya lagi (Klassen et.al, 1989). Salah satu contohnya adalah selebritis bernama Jupiter Fortissimo yang menyatakan tidak mau lagi menjadi gay.
Apa penyebab hasrat homoseksual?
Kalau homoseksual bukan karena keturunan, lalu apa penyebabnya? Paling tidak ada 4 faktor yang menurut para peneliti berperan penting dalam hal ini:
1. Pengalaman Homoseksual:
- Pengalaman homoseksual di masa kanak-kanak, terutama jika itu merupakan pengalaman seksual pertama atau pengalaman seksual dengan orang dewasa
- Kontak homoseksual apapun dengan orang dewasa, terutama dengan figur otoritas atau kerabat (dalam sebuah survey di Amerika, 5% homoseksual dewasa melaporkan mereka pernah terlibat hubungan seksual dengan guru SD atau SMP-nya).
2. Abnormalitas dalam keluarga, meliputi:
- Ibu yang sangat dominan, posesif, atau menolak anak
- Tidak memiliki sosok ayah, ayah jauh (dimata dan di hati) ataupun menolak anak
- Orang tua dengan kecenderungan homoseksual, khususnya yang mencabuli anaknya yang berjenis kelamin sama
- Saudara yang memiliki kecenderungan homoseksual, terutama yang mencabuli saudara laki-laki atau saudara perempuannya
- Kurangnya lingkungan rumah yang religius
- Perceraian, yang sering mengarah pada masalah seksualitas pada anak maupun orang tuanya
- Orang tua yang mencontohkan peran seks (sex role) yang tidak konvensional
- Orang tua yang menerima homoseksualitas sebagai hal yang sah-sah saja. Misal: menerima teman kerja atau sahabat yang homoseks sebagai bagian dari keluarga
3. Pengalaman seksual yang tidak lazim, khususnya di masa kanak-kanak:
- Masturbasi dini atau berlebihan
- Terekspos pornografi di masa kanak-kanak
- Depersonalized sex (contoh: terlibat dalam hubungan seks berkelompok atau seks dengan binatang)
- Pada perempuan, terlibat interaksi seksual dengan lelaki dewasa
4. Pengaruh budaya:
- Adanya sub-kultur homoseksual yang nampak di lingkungan dan disetujui secara sosial sehingga mengundang keingintahuan dan keinginan untuk mencoba-coba
- Pendidikan seks yang pro-homoseksual
- Figur otoritas yang secara terbuka mengakui bahwa dia homoseks
- Lingkungan sosial dan hukum yang mentoleransi tindakan homoseksual
- Adanya gambaran bahwa homoseksualitas merupakan perilaku yang normal
Apakah homoseksual dapat diubah?
Tentu saja. Jelas hal yang harus dihilangkan adalah perilaku homoseksualnya. Artinya, individu yang bersangkutan harus mau dan mampu mengontrol hasrat mereka (menjauhi kontak homoseksual) secara disiplin. Hal penting lainnya adalah dukungan dari orang-orang yang tidak menyetujui homoseksualitas terhadap mereka yang ingin berubah ini. Pengobatan dengan psikoterapi kemungkinan berhasilnya dalam menyembuhkan homoseksualitas berkisar 30%, jika didukung oleh komitmen religius individu, maka upaya untuk menghindar dari kebiasaan homoseksual ini akan lebih berhasil.
saya adalh seorang lesbi.. knp saya berani mengatakan itu, krn sy sangat sadar klo saya sangat mencintai seorang wanita ketimbang pria. dan saya pun pernah berhubungan selayaknya suami istri dengan pasangan saya.
August 1, 2008 @ 11:43 pmberjalanya waktu, “pasangan” saya menyadari bahwa dia butuh sesorang pria normal u/ berumah tangga dimana dia melakunnya hanya demi ortu nya.. tapi ternyata ucapan itu hanya ada dimulut saja..
sejak dia berpacaran dgn pria tsb dia mecampakkan saya.. dan seolah2 saya adaalha pengahncur hidupnya (krn dlm waktu 1 bln saya berhasil memutuskan hub mereka).. tapi lambat laun sya menyadari kesedihan dia dmana dia pengen u/ terlepas dr “perasaan cinta dan sayang” saya..
sejak itulah saya pengen sembuh,, selain itu krn perasaan sakit hati di khianati membuat saya semakin terpuruk ddan ingin melupakan dia.. apakah hal tersebut bs membantu saya u/ sembuh.. dan tolong beri saya jawaban2 yang bs membantu saya u/ sembuh dan kembali normal..
teriam kasih
Hi the one
August 4, 2008 @ 6:50 amPerasaan sakit hati dikhianati dan ingin melupakan memang dapat mendorong anda untuk sembuh…rasa sakit menyebabkan kita merenung: untuk mengubah haluan. Tapi yang paling penting adalah motivasi dalam diri anda sendiri untuk benar-benar ingin berubah. Jika motivasi anda hanya sebatas menghindari sakit hati maka anda bisa goyah lagi begitu sakit hati itu sembuh….di sisi lain, anda juga belum tentu bebas dari rasa sakit hati yang mungkin saja dilakukan oleh lawan jenis anda nantinya (hopefully not). Intinya…Mengawali sesuatu dengan fikiran positif (saya mampu berubah) dan citra diri yang sehat (saya berubah atas kesadaran dan keinginan saya sendiri)akan lebih memudahkan kita untuk berusaha secara kontinyu guna mencapai perubahan yang diinginkan. Mengubah pola perilaku tidak semudah membalik telapak tangan, diperlukan motivasi yang kuat dan usaha yang terus-menerus. Btw, dimanapun posisi anda saat ini, merupakan tempat untuk memulai. Upaya yang anda lakukan hari ini akan mempengaruhi apa yang akan anda lakukan besok. Sebuah perjalanan yang panjang selalu dimulai dengan satu langkah kecil.Anda juga dapat meminta bantuan seorang psikolog untuk membantu anda. Selamat berjuang
Assalamualaikum mba..
August 15, 2008 @ 6:25 pmMakasih yg tak terhingga atas tanggapan dan masukannya buat sy..
Alhamdulillah sy udah ikut konseling ma psikolog..Hr kamis kmrn adlh pertemuan yg ke 2..Dan sekarang sy di rujuk u/ ikut hipnoterapi (pd awalnya emang sy pgn d hipnotis dgn tujuan lupa ma ‘cewe’ sy yg trakhir ini,dan mengubah orientasi seksual sy).
Benar seperti yg mba bilang..Klo ternyata pd saat sakit hati sy ilang..Sy kembali lg goyah dgn pikiran2 antara ingin sembuh dan tetap bsamanya (walapun itu ga mungkin lg).
Memang sifat sy adlh org yg ga sabaran..Itulah yg membuat sy jatuh bangun menghadapi perasaan sy sendiri..Bahkan kadang2 muncul pikiran u/mencari wanita lain sebagai pengganti kekosongan hati sy..Krn sejak dulu sy sll mencari ‘tambatan hati’ sy yg notabene mereka adlh sahabat sy.Tp mereka emg gatau ‘identitas’ sy.. (walapn ada bbrp yg merasa bhwa sy ‘ga normal’). Jd perginya ’sahabat’ sy..Terus bganti dgn ’sahabat’ yg lain..Shingga sy ga prnh mrasa kesepian..
Tp kesepian itu muncul dsaat sy emg bener2 sepi tnp seseorg yg dekat.. Krn sejak 2mggu yg lalu,sy dah pisah rumah ma dia(spti yg d anjurkan psikolog sy). Tp mslhnya sy blm bs bener2 lepas kontak ma dia.Krn sy d jkt ga pya sapa2.(dia yg ngajak sy u/pindah k jkt hmpr 2thn yg lalu). Itu yg mbuat sy bener2 sendirian..
Mungkin mba punya saran,apa yg kira2 harus sy lakukan agar sy ga mrasa kesepian tnp teman.. Dan mungkin apa yg bs sy pikirkn u/mmotivasi kesembuhan sy.. Tolong bantuan nya ya mba.. Krn sy bener2 gatau hrs curhat mslh ini ama sapa.. Krn ga ada seorgpun tmn2 dan kluarga sy klo sy ’sakit’. Cma dia dan psikolog itu aja yg tau.. Makasih byk atas bantuannya..
Wassalam..
Maaf ada yg ptanyaan yg ktinggalan..
August 15, 2008 @ 6:34 pmSy kan rencananya mo ikutan konseling lg tp di institusi yg lain.. Qra2 menurut mba gmn..? Apakah ga masalah ato mungkin dselesain dlu konsul ma psikolog yg sekarang trus setelahnya baru ikut konseling yg lain.. Trus ptyaan ke dua.. Ada saran ga bwt hipnoterapi sy ntar..Mksdnya apa2 aja yg kudu sy ajuin bwt dhipnotis ntar..Agar kiranya hasilnya dpt mbuat sy sembuh.. (mslhnya rujukan dr psikolog itu d amplop yg d lem,jd sy gatau isinya apa)
sekian..Terimakasih..
Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh
saya mengucapkan selamat kepada anda karena langkah-langkah berani yang telah anda ambil.Menurut saya, sebaiknya anda teruskan saja dulu konseling dengan psikolog anda sekarang karena 1-2 sesi konseling memang belum akan menampakkan hasil/ perubahan yang drastis.Beri kepercayaan kepada psikolog anda untuk terus membantu anda memahami keadaan anda secara lebih menyeluruh dan mendalam sehingga akhirnya nanti dapat ditemukan akar masalahnya serta cara yang paling tepat untuk membantu anda. Demikian pula dengan perasaan kesepian yang anda alami. Ceritakan saja semuanya pada psikolog anda sehingga dia tahu persis kondisi diri anda.
Pada dasarnya kesepian dapat muncul kapan saja (bukan hanya ketika kita sendirian). Kalau dalam perspektif Islam, kesepian terkait erat dengan kebermaknaan hidup. Semakin kita merasa hidup kita bermakna dan semakin kita membuat hidup kita bermakna, maka kita tidak akan merasa kesepian, karena kita akan selalu merasa dekat pada Allah. So…buatlah hidup anda lebih bermakna dengan melakukan berbagai kebajikan dan hal-hal yang anda sukai, kembangkan minat dan bakat anda, cobalah hal-hal baru, Kalo anda suka binatang….beberapa penelitian juga membuktikan bahwa punya binatang peliharaan dapat membantu kita merasa tidak kesepian
August 16, 2008 @ 7:35 pmMakasih ya mba..
August 17, 2008 @ 12:57 amSetidaknya ada perasaan lega dmn sy mdapat support yg bener2 sangat berarti buat sy..
Iya sedikit banyak sy dah cerita ma psikolog nya.. Saran dia pd pertemuan yg ke 2 adlh sy kudu mengubah pola pikir dan mengubah penghayatan sy sebagai ‘laki laki’ menjadi seorang wanita.. Dan itu adalah bagian yg sangat sulit buat sy.. Krn sampe sore tadi ketika sy jalan k senayan..Sy kembali lagi tertarik ‘menatap’ wanita ktimbang laki2..
Maaf, ikut nimbrung
August 23, 2008 @ 10:05 amMenjadi sulit buat kita untuk mengubahnya karena kita menikmati “kenyamanan semu” dengan menjalankan penghayatan demikian. Bukti kesemuan tersebut sudah the one rasakan sendiri.
so, apa yang mesti kita lakukan supaya mendapat kenyamanan yang sejati? kenyamanan yang tidak bergantung pada situasi, waktu, apalagi orang. Kenyamanan itu sejatinya hanya ada ketika reference yang kita gunakan itu hanya satu yaitu Allah SWT? Bagaimana?
mbak . . saya seorang anak SMP kelas 9,14 tahun, semenjak kelas 4 SD saya suka sama cowo apalagi yang ckep,saya sngt ngga nyaman dgn keadaan ini,krna saya hrus slalu menyimpan rapat2 hal gila yg saya sngt ngga inginkan,dri blog mbak,saya menemukan 2 poin yg co2k dgn hdup saya,-kehilangan figur ayah yg perhatian ,-trauma perceraian ortu,apa mbak bisa bntu ap yg saya harus perbuat untk menghilangkan rasa ini ??saya lelah harus menjauhi teman dekat hanya karena dia tampan,makanya saya jadi dianggap culun dan kuper karena jarang punya sohib,saya bingung,sbgai anak SMP,apa yg harus saya lakukan untuk menyembuhkan diri??saya ngga tega memberitahukan hal aneh ini ke mama,harap saran dari mbak,trims(tlng balas ke jfunky_boyz@mig33.com)
October 28, 2008 @ 8:47 pmassalamualaikum.wr.wb
November 11, 2008 @ 8:30 pmmbak, saya seorang mahasiswa. umur 22 tahun,saya satu2nya anak laki2 dirumah, saya memiliki 3 orang kakak dan 1 orang adik perempuan. saya sadar tentang kelainan di dalam diri saya sejak 1 tahun silam. waktu itu saya bertemu dengan seorang teman laki laki umurnya 25 tahun, saya mulai berkomunikasi dengan dia melalui chatting dan akhirnya janjian untuk ketemu. ntah kenapa saya melihat perbedaan dari cara dia memandang saya, dan saya pun jadi tertarik untuk lebih dekat dengan dia (saya belum tahu dia seorang homo), suatu hari dia tidur bersama saya di satu tempat tidur yang sama, malam itu saya mematikan lampu karena emank kebiasaan kalo tidur saya selalu mematikan lampu kamar, kira2 sekitar jam 3 pagi saya terbangun dan melihat dia yang tidur disamping saya, ternyata dia tidak tidur yang tiba langsung langsung mencium bibir saya. saya merasakan ciuman itu mendalam sekali tapi saya masih kaget, ciuman di bibir itu berlangsung beberapa detik, kemudian dilepas. anehnya saya mulai menikmati ciuman itu dan akhirnya saya membalas ciuman dia, 2 kali dengan keadaan yang lebih relax, saya sangat menikmati ciuman itu seolah saya berciuman dengan seorang wanita. saya menutup mata saya karena saya nggak mau melihat wajah laki2 itu, tapi saya sangat menikmati berciuman bersamanya. akhirnya kami berhubungan sampai pagi, tiba2 nafsu binatang keluar dengan sindirinya, saya mulai merangsang dia sampain dia minta saya untuk memegang kemaluannya, tapi saya tidak mau. jadi saya hanya merangsang tubuhnya saja dan meminta dia untuk melakukan nya sendiri (onani).
pagi nya kira2 jam 6 pagi dia pulang, saya langsung kekamar mandi dan menangis, rasanya saya mau muntah karena teringat kembali bahwa saya udah mencium laki-laki (SAYA BERTANYA PADA DIRI SAYA, APAKAH SAYA SEORANG HOMO???)
keesokan hari nya laki2 itu terus datang dan kami terus berhubungan, saya mulai enjoy dengan kelakuan saya itu, saya mulai mencintai dia, setiap dia datang kerumah saya, saya memeluk dia, mencium nya, merangkulnya, layaknya melakukan itu pada wanita. Tapi lama2 saya sadar dengan penyimpangan ini, apa yang harus saya lakukan untuk bisa kembali hidup normal? anehnya saya selalu horny bila dekat dengan laki2 itu. saya ingin menjauhi dia, tapi perasaan kangen dan ingin bertemu selalu muncul. Apa yang harus saya lakukan
Hallo Al,
Kalo menurut saya, apa yang terjadi pada dirimu adalah karena proses conditioning (pembiasaan). Orang Jawa bilang “witing tresna jalaran saka kulina”…artinya, kita bisa mencintai sesuatu karena kita terbiasa dengan hal itu, dalam hal ini karena terbiasa melakukan hubungan homoseksual, akhirnya kamu menyukai hubungan tersebut dan sering horny kalo dekat laki-laki.
Di sisi lain, pada saat dorongan seksualmu menguat (sebagaimana kaum remaja dan dewasa awal pada umumnya) kamu belum punya tempat untuk melampiaskannya. Akhirnya, ketika datang seorang lelaki yang membuatmu bisa melampiaskan hasrat itu jadilah “witing tresna jalaran ora ana liya”….artinya, mungkin kamu menyukai hal ini karena kamu belum memiliki seorang wanita (istri) yang bisa jadi teman untuk melampiaskan hasrat seksualmu.
Gimana cara mengatasinya? saran saya: Kamu bisa berusaha melakukan re-conditioning….1)Dekatkan dirimu pada Sang Pencipta, ingatlah Dia kapanpun dan dimanapun kamu berada 2) Usahakan untuk mengontrol diri (terutama hasrat seksualmu)dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengalihkan perhatianmu pada rasa kangen atau horny-mu. Imbangi dengan berpuasa jika hasrat seksualmu masih tinggi 3)Perluas pergaulan dengan lelaki maupun wanita, tapi hindari bersendirian (apalagi menginap) dengan salah satu dari mereka agar godaan seksual itu terkendali. 4) Kalo gak …mungkin kamu perlu nyari istri untuk membantumu mengatasi hal ini. Its never easy at the beginning, tapi kalo kamu bersungguh-sungguh, maka nothing is impossible to do. Insya Allah kamu akan sembuh
November 14, 2008 @ 11:12 ampermisi dulu…
March 10, 2009 @ 11:39 amjujur saya seorang gay dan tidak punya ketertarikan sedikitpun pada lawan jenis. saya adalah orang yang berpendapat bahwa kasus homoseksual disebabkan oleh faktor biologis (keturunan). mengapa? dari sejarah hidup saya sendiri, saya menyadari kelainan saya semenjak SD ketika saya mulai tertarik pada sesama laki-laki dan sama sekali tidak tertarik pada perempuan. anehnya saya belum pernah bergaul dengan kaum homoseksual apalagi dicabuli pada waktu saya masih kecil. karena ingin mencari tahu kenapa saya speerti ini saya mulai berani bergaul dengan kaum gay baru-baru ini ketika saya kuliah semester akhir. dari cerita mereka, ada 3 tipe orang:
1. pernah dicabuli sewaktu kecil (atau bahkan saat mereka dewasa), umumnya mereka awalnya normal dan karena itu mereka menjadi biseksual (suka pada laki-laki dan perempuan)
2. menjadi gay (murni hanya menyukai laki-laki) dan tidak punya pengalaman dicabuli saat kecil) sama seperti saya dan mereka tidak tahu mengapa mereka menjadi seperti ini
3. pria yang awalnya straight namun pada masa akil balig tiba-tiba “kepingin” dan tertarik pada laki2 (dari cerita mereka, mereka juga tidak punya trauma masa kecil seperti pada teman-teman biseks saya yang lain)
saya sendiri tidak pernah punya trauma masa kecil. keluarga saya lurus2 saja, rajin beribadah, kedua orang tua saya juga lengkap dan tidak bercerai. yang paling saya takutkan dari diri saya adalah seumur hidup saya tidak akan menikah dan punya anak karena (maaf) saya sama sekali tidak bisa ereksi bahkan ketika melihat perempuan telanjang sehingga mungkin saya tidak akan pernah bisa berhubungan seksual dengan perempuan. saya takut akan menyakiti hati orang tua saya sebab saya adalah anak satu-satunya.
entahlah anda bisa memberi saya jalan keluar atau tidak, saya hanya sekedar sharing.
terima kasih.
oya mbak…maaf…kalo ada saran atau solusi mohon kirim ke email saya saja ya…makasih sebelumnya
March 10, 2009 @ 11:54 ammba.. bisa minta nomor telpnya?
March 13, 2009 @ 3:19 pmmo konsul? mba buka praktek?
menurut saya yang namanya cinta itu adalah rsa yng tdk bleh disia2kan karn tuhan mnyarnkn umatny untk mncintai. aplg kt tahu hdup hny skali jd jgn disia2kan . lkuknlah hl yang luar biasa dlm hdup yg hnya dtang skali. mencintai ssma itu wjar hny krang dterima oleh msyrkt krn tdk mmpu mlhrkan ktrunan. kejar cintamu sblum ajal mengejarmu. semangat(bknnya sy mngjarkan hl yng tdk baik, cinta it mslah hti jd jangn dbhongi)
March 29, 2009 @ 7:01 pmmba saya mohon bantuannya…
April 12, 2009 @ 8:17 pmsebenatnya daru dulu saya sedah mengetahui bahwa saya gai,,sejak sd sy mulai brhubungan dengan sesama jenis sampai sekarang saya kuliah saya selalu bertaubat tapi doronanitu selau saja datang,,ika horni itu muncul rasanya seperti sakau,kepala saki,bdan lemas panas meninggi,jantung berdetak kencang,,dan yang mampu menghilangkan semua aitu adalah berhubungan seks atau untuk meringankannya adalah onani,,sya ingin sekali terlepas dari semua ini..ada yang bilang cari kesibukan udah sy coba,ada yang bilang olah raga sudah sy coba,,ada yang bilang shalat tapi…mungkin shalt sy belum sempurna krm sy masih sy sering berfantasi…sy mohon bantuaanya,,jawabannya dikirim ke email sy///
hai..
April 17, 2009 @ 9:43 amak mau cerita nih.. ak bingung. pacarku ternyata seorang gay. awalnya cm kecurigaanku aja, ak melihat di FS dia isinya cowo smua, knalan sm cowo2, lalu suatu hari wktu lg bareng ak, ad bunyi mms di hp nya, dsitu keluar foto cowo n ad message “ini bro”. ak kaget.. ak lgs diem, ak brusaha netral tp ternyata dia ttp mengetahui perubahan dr diriku. dia marah n mendesak ak knp.. akhirnya ak blg ttg smua kcurigaanku yg uda sbulan ini ak simpan sndiri. akhirnya dia mengakui itu. dia blg dulu dia:
1.pernah pacaran sm cowo stlh putus sm cewe yg pertama
2.dia jadi gay uda 4th blakangan ini
3.background keluarga: ayahnya punya istri lagi saat dia msh kecil.. jd intinya dia khilangan figur ayah. koko nya pun tak bs diandalkan. di kecewa bggt sm keadaan kluarga dia
terakhir bln lalu ada cowo yg ngejar2 dia, mengancam n meneror klo cowoku tinggalin itu cowo. tapi akhrinya masalah itu lewat. skrg ada lg cowo lain yg br datang dr luar kota ktnya tmn lama dia. sering bagnet ngajak cowoku pegi.
ak bnr2 bingung, cowoku bs diblg anak rumahan. tmn2 dia yg normal ad diluar kota. jadi dy punya tmn2 dsini yg gay smua. dia mau lepas, krn dia blg dia sayang bgt ma ak. tp dia ga bs ninggalin mentah2 tmn2 dia yg bgitu krn klo dia tinggalin dia ga pny tmn lg. ak hrs gimana?
dan ak curiga dia pernah sodomi.. bagaimana cara ak mananyakan hal itu tnp ak menyinggung dia? perasaan dia sangat sensitif sekali. mudah tersinggung.
tolong ya.. trima kasih sblmnya
tlg ya mba.. ak butuh saran dr mbak.. makasi sblmnya..
April 18, 2009 @ 12:19 amasslmualikum wr.wb
May 21, 2009 @ 2:09 pmmba sy seorang pelajar umur sy 17thn dah sy gay.
Tolong dong mba gmna caranya supaya sy sembuh.
Sy ga mau jdi gay sy mau jadi laki laki normal.
Sy blm pernah cerita ke siapa” klo sy gay dan cuma mba aj yg tau klo sy gay.
Tolong y mba ksh solusinya !
It’s a masterpiece. I have never thought people can have such ideas and thoughts. You are great.
July 7, 2009 @ 2:48 amselamat kenal.
mbak aku seorang laki-laki berumur 23th,udah enam tahun berhubungan dengan sesamajenis. berawal dari ciuman bibir, memegangkan kemaluan sampai oral seks. pasangan saya sering dikatakan kayak banci, kalau saya seperti orang normal(nonhomo), kami berhubungan di kost. pertama yang membuat aku begitu adalah aku terasa terlayani secara kasih sayng dengan dia.
sampai sekarang kasih sayang itu sering muncul, tapi saya sudah satu bulan tidak berhubungan.
yang saya tnyakan rasa sayang saya itu bagaiman menghilangkan. udah aku coba mencintai wanita, tapi tetap dia masih dominan.
August 31, 2009 @ 9:52 pm