Colours of life: A Psychological Perspective

Menemui klien/ mahasiswa menangis ketika sesi konseling tidak jarang saya temui. Tapi membuat mahasiswa saya menangis di kelas??? Pernah juga sih......Kenapa? Tentu bukan karena saya pukuli atau bentak-bentak seperti yang sering jadi headline news dimana-mana lho....Kalau begitu kenapa dong???

Biasanya, mereka menangis karena tersentuh dengan materi yang sedang diberikan di kelas. Materi tersebut bisa berupa film, handout, ataupun narasi yang saya berikan. Saya paling sering membuat mahasiswa menangis ketika mereka saya ajak nonton film bareng sebuah film psikologi di ruang audiovisual fakultas. Setiap semester saya pun membuat beberapa orang menangis ketika saya mengajarkan sebuah teori kepribadian maupun teknik konseling dan psikoterapi tertentu. Salah satunya adalah kalimat William Glasser yang bunyinya " We are all responsible for what we choose to do. We may be the product of our past, but we are not victims of the past unless we choose to be". Baru-baru ini saya juga membuat mahasiswa menangis ketika menjadi trainer Student Soft Skill Development di Fakultas Teknik Industri UII. Rupanya film pendek yang dipilih tim pembuat modul dan narasi saya tentang tokoh film tersebut telah membuat hati mereka tersentuh.

Film tersebut berjudul "Believe in Yourself" yang diambil dari www.metacafe.com. Film tersebut menceritakan tentang perjuangan Paul Potts dalam meraih cita-citanya menjadi penyanyi opera. Kenapa istimewa??? Karena sejak kecil Potts adalah seorang yang tidak PD. Tampangnya di bawah rata-rata dan sering jadi korban bullying teman-teman sekolahnya. Ayahnya supir bis, ibunya kasir di supermarket. Dia sendiri pernah jadi sales HP dan pegawai di supermarket. Pernah sakit-sakitan tapi tidak pernah mau melepaskan mimpinya. Akhirnya nekad ikut "Britain's Got Talent" walaupun para juri dan banyak orang awalnya meremehkan kemampuannya. Dan akhirnya dia memenangi kompetisi tersebut dan sekarang albumnya sudah terjual lebih dari 2 juta kopi.

Semua hal yang dapat membuat mereka menangis itu pada umumnya adalah materi-materi yang menyentuh mereka secara pribadi. Mungkin mereka produk dari keluarga broken atau hasil binaan lingkungan yang tidak sehat, atau memiliki banyak pengalaman hidup yang tidak positif sehingga tumbuh sebagai pribadi yang inferior (tidak PD, merasa dirinya penuh kelemahan), hopeless, pesimis, mudah putus asa, dan sebagainya yang pada akhirnya mematikan atau menumpulkan semangat mereka untuk berusaha, maju, dan berubah demi mencapai kesuksesan. Ketika mereka dikuatkan dan diberi contoh orang-orang yang mungkin senasib atau bahkan bernasib lebih buruk dari mereka, maka mereka pun tergugah....Tidak ada yang tidak mungkin....Its just a matter of choice...Apakah anda ingin berubah atau tetap dalam kondisi anda sekarang??? Dan jika anda mau berubah, apakah anda mau sungguh-sungguh berusaha untuk mencapai perubahan tersebut???.....

Untuk rekan-rekan semuanya.....Marilah kita dukung mereka untuk berubah, berilah kepercayaan dan kesempatan pada mereka untuk melakukan perubahan itu dengan apapun yang bisa kita lakukan. Jangan sampai tangisan yang menandakan tergugahnya hati dan semangat mereka itu hanya berhenti menjadi tangisan karena mereka tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya....

December 13th, 2008 at 9:15 am
4 Responses to “Dan Mahasiswaku Pun Menangis.....”
  1. 1
    Issueft Says:

    Hi, outgoing posts there 🙂 thank's concerning the intriguing advice

  2. 2

    Hi, Congratulations to the site owner for this marvelous work you've done. It has lots of useful and interesting data.

  3. 3

    In my opinion you commit an error. I can prove it.

  4. 4
    Alfatahul Says:

    Assalamu'alaikum

    Salam kenal mbak, kbetulan saya sangat menyenangi artikel motivasi.. klw bleh Request saya ingin mbak membuat artikel ttg The Power of Self Motivation.. ditunggu artikelny mbak.. thanks

 

*